Malang Djadoel 2026 Jadi Surga Pecinta Kuliner Tradisional dan Kolektor Barang Antik, Ribuan Pengunjung Padati Taman Krida Budaya Suhat

KOTA MALANG – Festival Malang Djadoel kembali menghidupkan suasana tempo dulu melalui rangkaian kuliner, pameran barang antik, dan hiburan budaya yang berlangsung di Taman Krida Budaya, Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang. Acara tahunan yang berlangsung pada 30 Juni hingga 5 Juli 2026 ini menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Mereka datang untuk menikmati pengalaman bernostalgia sekaligus berburu makanan dan koleksi unik dalam satu lokasi.

Panitia menghadirkan dekorasi bernuansa klasik yang memperkuat suasana festival sejak pengunjung memasuki area acara. Deretan stan kuliner, pameran barang antik, serta pertunjukan seni tradisional menciptakan suasana yang ramai sepanjang hari. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan budaya dan permainan lawas kepada anak-anak mereka.

dock bye @healing_virgy

 

Kuliner Jadul dan Modern Lengkapi Festival

Festival Malang Djadoel menyuguhkan beragam jajanan tradisional yang selalu menjadi favorit pengunjung. Penjual menyajikan kerak telor khas Betawi, cenil, lupis, permen gulali, serta aneka jajanan pasar dengan cita rasa khas yang mengingatkan banyak orang pada masa kecil. Aroma makanan yang menggoda membuat pengunjung rela mengantre untuk menikmati hidangan favorit mereka.

Festival ini juga menyediakan berbagai pilihan kuliner modern. Pengunjung dapat menikmati pizza berukuran lebar, dimsum, pentol Korea, gudeg khas Yogyakarta, dan beragam makanan kekinian lainnya. Perpaduan kuliner tradisional dan modern membuat setiap pengunjung lebih leluasa memilih menu sesuai selera tanpa harus berpindah tempat.

Surga bagi Kolektor Barang Antik

Festival Malang Djadoel tidak hanya memanjakan pencinta kuliner, tetapi juga menarik perhatian kolektor barang antik. Puluhan stan memamerkan koleksi keris, cincin batu akik, piring antik, hingga berbagai barang pajangan yang memiliki nilai sejarah. Banyak kolektor memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berburu koleksi langka sekaligus berdiskusi dengan sesama pencinta barang antik.

Selain itu, sejumlah pedagang juga menawarkan mainan jadul yang kini semakin sulit ditemukan. Kehadiran koleksi tersebut semakin memperkuat konsep festival sebagai ajang pelestarian budaya sekaligus ruang nostalgia bagi berbagai kalangan.

Pengunjung Mengaku Ingin Datang Kembali

Salah seorang pengunjung, Rina Putri, mengaku menikmati suasana yang berbeda dibandingkan festival kuliner lainnya. Menurutnya, perpaduan jajanan tradisional, makanan modern, dan pameran barang antik membuat Festival Malang Djadoel terasa lebih lengkap.

“Saya paling suka karena pilihan makanannya sangat banyak. Saya bisa menikmati kerak telor, cenil, dan gulali, lalu membeli pizza untuk anak-anak. Koleksi barang antiknya juga sangat lengkap, jadi saya betah berkeliling sampai sore,” ujar Rina.

Festival Malang Djadoel kembali membuktikan daya tariknya sebagai salah satu agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Perpaduan kuliner, budaya, dan barang antik menjadikan festival ini sebagai destinasi menarik bagi wisatawan maupun warga Kota Malang yang ingin menikmati suasana tempo dulu dalam balutan acara yang meriah.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *