Rasa Rumahan dan Harga Bersahabat, Tanaliat Jadi ‘Comfort Food’ Warga Dau
Hi Biters! — Di kawasan Dau, Kabupaten Malang, Tanaliat semakin menarik perhatian warga dan pelancong. Restoran ini dikenal lewat deretan menu khas Indonesia dengan harga terjangkau, sekaligus suasana santai yang cocok untuk banyak kalangan. Tanaliat memulai perjalanannya sejak Mei 2021 dengan visi menjadi tempat nongkrong bagi “kaula muda” di Malang. Lokasi cabangnya meliputi alamat di Jl. Sidomakmur, Sengkaling, Mulyoagung, serta satu outlet di Lowokwaru, Kota Malang.

Bangunannya tidak seberapa mewah, tetapi terkesan unik dengan hanya satu bangunan kecil untuk dapur dan kasir. Pengunjung dapat memesan makanannya di kasir dan setelah membayar maka dapat memilih kursi dan meja yang disediakan di outdoornya. Walaupun kecil, tetapi Tanaliat Dau sudah menyediakan toilet untuk kebutuhan pengunjungnya.
Jam Operasional 24 Jam Dengan Harga Terjangkau!
Salah satu keunggulan Tanaliat adalah kemudahan operasional: restoran ini buka 24 jam, sehingga cocok bagi mereka yang butuh makan di luar jam biasa, entah tengah malam atau dini hari. Pada dini hari biasanya akan sering menjumpai anak-anak muda yang baru pulang ‘nongkrong’ tetapi butuh makan makanan berat.
Harga makanan yang disediakan di Tanaliat juga relatif murah dan ramah di kantong, beberapa menu hanya dibanderol dengan harga Rp,12.000 – Rp,18.000an saja. Untuk minumannya mulai dari Rp,4.000 – Rp,15.000an dengan menu teh, kopi dan susu.
Menu Makanan Jadi Favorit Pengunjungnya

Menu unggulan di Tanaliat antara lain “Rawon Tanaliat”, “Nasi Bonjour”, dan “Nasi Nusantara”. Rawon disajikan dengan kuah gelap pekat khas, daging/paru atau babat, serundeng, sambal, dan nasi hangat menjadi pilihan favorit pelanggan kantoran, mahasiswa, atau mereka yang menginginkan lauk berat setelah aktivitas. Sementara pada menu nasinya disajikan dengan nasi yang gurih, lauk, sambal, dan kerupuk yang menambah tekstur pada menunya.
Namun demikian, beberapa ulasan pelanggan menyoroti bahwa karena menu fokus pada sajian tradisional (nasi, rawon, lauk), variasinya bisa terasa terbatas bagi pencari kuliner kekinian atau penganan ringan. Hal ini sangat wajar, tetapi bagi pencinta masakan sederhana dan mengenyangkan Tanaliat tetap jadi pilihan menarik.
Terlepas dari batasan itu, Tanaliat berhasil menghadirkan suasana nyaman, harga terjangkau, dan rasa “rumahan” yang memikat banyak pengunjung. Bagi siapa saja yang berada di wilayah Dau atau tengah menempuh perjalanan malam restoran ini layak dipertimbangkan sebagai tempat makan. Jadi bagaimana? apakah anda tertarik untuk mencoba menu di Tanaliat?.
