Metode Diet Yang Salah Malah Bisa Buat Kamu Tambah Gemuk? Simak Penjelasannya Disini
Hi Biters! — Permasalahan bentuk badan seringkali menjadi faktor utama turunnya kepercayaan diri pada seseorang. Banyak yang mengaku ingin menurunkan berat badan tetapi gagal karena metode diet yang salah.
Metode diet yang sembarangan bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh, bahkan mendatangkan penyakit. Karena salah persepsi, orang-orang kebanyakan salah kaprah menganggap diet sama dengan tidak makan. Pada beberapa orang makan adalah hal yang tidak boleh dilewatkan karena bisa memicu naiknya asam lambung, magi, GERD dan sebagainya. Penting sekali mencari tahu metode diet yang penting bagi tubuh anda masing-masing supaya tidak malah mengundang keburukan.
Diet Asal-Asalan, Gagal, Stress, Tidak Percaya Diri
Diet sebenarnya bukanlah hal sulit jika dimulai dengan niat dan tekad yang kuat. Tidak jarang dijumpai orang yang ingin cara instan dan mulai mengonsumsi obat dengan embel-embel menekan napsu makan. Padahal obat-obatan seperti itu hanya akan mendatangkan masalah pada ginjal.
Masalah yang banyak ditemui saat ini adalah gangguan makan atau ‘eating disorder’, bentuk dari gangguan mental yang berpengaruh pada pola makan. Gangguan makan ini bisa datang dari banyak sekali faktor di sekitar. Menurut Kencana Sari, Peneliti Ahli Madya, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PRKMG) faktor penyebab gangguan makan meliputi psikologis, sosiodemografi, dan lingkungan.
Gangguan Makan yang Ditimbulkan Kesalahpahaman Soal Diet
Pada beberapa kasus seseorang yang khawatir berlebih dengan berat badannya akhirnya mengembangkan ‘eating disorder’. Kebanyakan akan gegabah dengan metode diet ekstrem seperti menurunkan konsumsi kalori harian sampai sangat rendah. Hal ini akan menunjukkan hasil signifikan di awal, tetapi setelah beberapa hari maka tubuh akan otomatis penyesuaian diri dengan konsumsi kalori hariannya. Jika diteruskan dalam jangka waktu yang sangat lama maka akan menurunkan kemampuan metabolisme tubuh dan membuat berat badan jadi semakin susah untuk turun.
Adapun yang menjadi terobsesi dan malah kehilangan kontrol terhadap dirinya dan makanan. Beberapa orang jadi berakhir dengan Anorexia Nervosa, Bulimia Nervosa, atau malah Binge Eating Disorder dan gangguan makan lainnya.
Anorexia Nervosa adalah bentuk pembatasan asupan makanan ekstrem, ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Gejalanya adalah kepadatan tulang rendah, tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, dan lemas. Sementara itu, Bulimia Nervosa biasanya dimulai dengan memakan makanan dengan jumlah besar secara tidak terkontrol namun kemudian memuntahkannya secara paksa. Pengidap Bulimia Nervosa akan menggunakan segala cara untuk mengeluarkan makanannya mulai dari menggunakan jari, minum obat pencahar dan cara-cara ekstrem lainnya. Hal-hal ini diyakini dapat menurunkan berat badan oleh pengidapnya padahal malah bisa menimbulkan masalah pada lambung, gigi, dan ginjal.
Binge Eating sendiri adalah perilaku makan secara jumlah besar dalam jangka waktu yang dekat secara terus-terusan. Akibatnya, semakin sering makan berlebihan membahayakan tubuh untuk jangka panjang bisa menyebabkan diabetes, kolesterol, sakit jantung, dan banyak lagi.
Sejauh ini belum jelas faktor penyebab gangguan makan pada seseorang. Namun dapat dipercaya bahwa menghindari diet ekstrem dan memperbaiki pola pikir terhadap diet dapat menghindari hal ini terjadi. Ayo sayangi tubuhmu dan hindari seluruh hal yang dapat menimbulkan keburukan.
